20 September 2018 - Pengembangan sektor pariwisata dapat mendorong peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) dalam aspek kewirausahaan guna memberikan value added tinggi dan menjadi engine of growth untuk perekonomian nasional. Hal ini menjadi landasan Kementerian Koordinator Perekonomian bekerja sama dengan 8 kementerian terkait dalam mengembangkan Pilot Project Homestay dan Tourist Guide di Kabupaten Humbang Hasundutan, Sumatera Utara.

 

“Dari 10 destinasi prioritas Bali Baru, ada empat lokasi prioritas, yakni Mandalika, Labuan Bajo, Borobudur, dan destinasi prioritas nomor satu adalah Danau Toba” kata Menteri Pariwisata Arief Yahya ketika mewakili Menko Perekonomian memberikan sambutan saat launching Pilot Project Homestay dan Tourist Guide di Kabupaten Humbang Hasundutan, Sumatera Utara, Kamis (20/9).

 

Arief menegaskan bahwa dikembangkannya sektor pariwisata akan menjadikan sektor ini sebagai penghasil devisa terbesar di Indonesia bahkan dapat menggeser sektor migas. Hal ini disebabkan karena sektor pariwisata adalah industri paling mudah dan murah untuk menghasilkan devisa.

 

“Kemenko Perekonomian bersama dengan kementerian dan lembaga (K/L) terkait telah menerbitkan Kebijakan Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan Vokasi 2017-2025 yang tidak hanya ditujukan untuk mengisi lapangan kerja, tetapi juga untuk menumbuhkan kewirausahaan” tambah Arief.

 

Dengan begitu, sejalan dengan roadmap di atas, pengembangan pariwisata melalui pilot project Homestay dan Tourist Guide tidak hanya dilakukan untuk memenuhi permintaan wisatawan asing dan domestik, tetapi juga diharapkan dapat meningkatkan keinginan seluruh lapisan masyarakat untuk berwirausaha yang dapat dibangun dengan modal yang tidak terlalu besar tetapi mampu menjadi penggerak ekonomi daerah dan nasional.

 

Dalam pengembangannya, pilot project ini akan direalisasikan dengan konsep komprehensif dan terkoordinasi, di mana program ini akan meningkatkan sarana pendukung dan infrastruktur dan pengembangan budaya dan kearifan lokal daerah secara komprehensif dengan dikoordinasikan dengan 8 Kementerian dan Lembaga (K/L) terkait, yakni Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian Pemuda dan Olahraga, Kementerian Pariwisata, Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi,  Kementerian Koperasi dan UKM, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Kementerian Komunikasi dan Informasi, dan Badan Ekonomi Kreatif.

 

Di sisi lain, pemilihan lokasi pengembangan pilot project di Kabupaten Humbang Hasundutan ini didasari pada potensi pariwisata di sekitar Kabupaten Humbang Hasundutan yang berada satu area dengan area pariwisata destinasi 10 Bali Baru, yakni Danau Toba yang biasa dijuluki sebagai “Monacco of Asia”, dan destinasi pariwisata lainnya seperti Geopark Sipinsur dan Air Terjun Janji.

“Kita akan menjadikan tempat ini menjadi tempat berkunjung para wisatawan” kata Gubernur Sumatera Utara Edi Rahmayadi.

 

Launching pilot project ini ditandai dengan pemukulan gondang oleh para pimpinan K/L terkait selama 1 menit. Turut hadir dalam acara ini Menteri Komunikasi dan Informasi Rudiantara, Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Kreatif, Kewirausahaan, dan Daya Saing Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Kemenko Perekonomian Mohammad Rudy Salahuddin, Deputi Bidang Produksi dan Pemasaran Kementerian Koperasi dan UKM Rosdiana V Sipayung, Deputi Pengembangan Pemuda Kemenpora Asrorun Niam Soleh, Plt Dirjen Pembangunan Kawasan Pedesaan, Kementerian Desa & PDTT Harlina, Direktur Edukasi BEKRAF Poppy Savitri, Bupati Humbang Hasundutan Dosmar Banjarnahor, dan Direktur Utama Badan Otorita Danau Toba Arie Prasetyo.

 

Sinergi 8 kementerian/lembaga dalam Pilot Project Homestay dan Tourist Guide

 

Dalam hal ini, 8 kementerian melakukan koordinasi dengan untuk merealisasikan program dengan membagi dalam tiga fokus, yakni penyediaan akses modal, pengembangan SDM handal, dan pengadaan infrastruktur, sebagai berikut :

 

Penyediaan akses modal


  1. Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian melakukan dukungan pembiayaan untuk pengusaha Homestay dan Tourist Guide dengan skema khusus Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk sektor pariwisata, melalui bank penyalur, yaitu Bank Rakyat Indonesia (BRI), Bank Negara Indonesia (BNI), dan Bank Mandiri.

  2. Kementerian Pemuda dan Olahraga memberikan Bantuan Modal Bagi Wirausaha Muda Pemula. Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi memberikan Bantuan Permodalan bagi BUMDes.  

           

Pengembangan SDM Handal 


  1. Kementerian Pariwisata melalui kegiatan Bimbingan Teknis Pengelolaan Homestay, Gerakan Sadar Wisata, Pengembangan Pemasaran Pariwisata Sesuai Standar ASEAN, Penyusunan Standar Kurikulum Pelatihan Hospitality Homestay.

  2. Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi melalui kegiatan Bimbingan Teknis Pengembangan Desa Wisata dan Pelatihan Pengelolaan BUMDes.

  3. Kementerian Koperasi dan UKM, antara lain, melakukan Pelatihan Kewirausahaan Melalui Gerakan Kewirausahaan Nasional (GKN) Pelatihan dan Uji Kompetensi melalui SKKNI Bidang Pariwisata.

 

Pengadaan Infrastruktur 


  1. Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi melalui kegiatan  Pembangunan Homestay dan Gazebo Desa Wisata dan Penerangan Jalan Umum.

  2. Kementerian Pariwisata melalui kegiatan penyusunan Masterplan Infrastruktur, penyusunan Standar Keamanan, dan Keselamatan Homestay.

  3. Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat melalui kegiatan Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya, dan Program Integrated Tourism Master Plan.

  4. Kementerian Komunikasi dan Informasi melalui kegiatan Intermediasi dengan Provider   Telekomunikasi dan membantu Intermediasi Pelaku Start-up Pariwisata. (ekon)

 

Sumber : ekon.go.id