1. Pertanyaan: Siapa saja penerima KUR?
   Jawaban: 
   - Penerima KUR Mikro adalah individu/perseorangan atau badan usaha yang melakukan usaha yang produktif, yaitu:
     a. usaha mikro, kecil, dan menengah; 
     b. anggota keluarga dari karyawan/karyawati yang berpenghasilan tetap atau bekerja sebagai Tenaga Kerja Indonesia; 
     c. Tenaga Kerja Indonesia yang purna bekerja di luar negeri; dan
     d. Pekerja yang terkena Pemutusan Hubungan Kerja.
  - Penerima KUR Ritel adalah individu/perseorangan atau badan usaha yang melakukan usaha yang produktif, yaitu:
    a. usaha mikro, kecil, dan menengah; 
     b. anggota keluarga dari karyawan/karyawati yang berpenghasilan tetap atau bekerja sebagai Tenaga Kerja Indonesia; 
     c. Tenaga Kerja Indonesia yang purna bekerja di luar negeri.
  - KUR Penempatan TKI
     Penerima KUR Penempatan TKI adalah individu/perseorangan atau badan usaha yang melakukan usaha yang produktif, yaitu:
     a. calon Tenaga Kerja Indonesia yang akan bekerja di luar negeri; 
     b. calon pekerja magang di luar negeri.
 
2. Pertanyaan: Bagaimana kriteria usaha yang layak untuk mengikuti program Kredit Usaha Rakyat?
    Jawaban:
     - KUR Mikro
       a. Calon penerima KUR Mikro huruf a, b, dan c harus mempunyai usaha produktif dan layak yang telah berjalan minimum 6 bulan.
       b. Calon penerima KUR Mikro huruf d, telah mengikuti pelatihan kewirausahaan dan telah memiliki usaha minimum 3 bulan.
   - KUR Ritel
     Calon penerima KUR Ritel harus mempunyai usaha produktif dan layak yang telah berjalan minimum 6 bulan.
   - KUR Penempatan TKI
     Calon penerima KUR Penempatan TKI mempunyai syarat:
     a. Memiliki Perjanjian Penempatan bagi TKI yang ditempatkan oleh PPTKIS;
     b. Memiliki Perjanjian Kerja dengan Pengguna TKI;
     c. Memiliki persyaratan lainnya yang diperlukan sesuai ketentuan peraturan yang berlaku.
 
3. Pertanyaan: Apa saja agunan pokok KUR?
   Jawaban: 
   - KUR Mikro
     a. Agunan pokok KUR adalah usaha atau obyek yang dibiayai oleh KUR.
     b. Agunan tambahan tidak diwajibkan dan tanpa perikatan.
  - KUR Ritel
     a. Agunan pokok KUR adalah usaha atau obyek yang dibiayai oleh KUR.
     b. Agunan tambahan untuk KUR Ritel sesuai penilaian Penyalur KUR.
  - KUR Penempatan TKI
     a. Agunan pokok KUR adalah usaha atau obyek yang dibiayai oleh KUR.
     b. Agunan tambahan tidak diwajibkan dan tanpa perikatan.
 
4. Pertanyaan: Berapa lama jangka waktu yang diberikan KUR?
    Jawaban: 
    - Jangka waktu KUR Mikro:
       a. paling lama 3 (tiga) tahun untuk kredit/pembiayaan modal kerja; atau
       b. paling lama 5 (lima) tahun untuk kredit/pembiayaan investasi.
     Dalam hal diperlukan perpanjangan, suplesi, atau restrukturisasi, maka jangka waktu sebagaimana di atas menjadi:
       a. untuk pembiayaan kredit modal kerja dapat diperpanjang menjadi maksimum 4 tahun dan;
       b. untuk kredit/ pembiayaan investasi dapat diperpanjang maksimum 7 tahun terhitung sejak tanggal perjanjian kredit/ pembiayaan awal.
     - Total akumulasi plafon termasuk suplesi atau perpanjangan maksimal Rp75.000.000,- (tujuh puluh lima juta rupiah) per penerima KUR.
 
  - Jangka waktu KUR Ritel:
     a. paling lama 4 (empat) Tahun untuk kredit/pembiayaan modal kerja; atau
     b. paling lama 5 (lima) Tahun untuk kredit/pembiayaan investasi.
   Dalam hal diperlukan perpanjangan, suplesi, atau restrukturisasi, maka jangka waktu KUR Ritel menjadi:
     a. untuk kredit/pembiayaan modal kerja dapat diperpanjang menjadi maksimum 5 (lima) tahun dan;
     b. untuk kredit/pembiayaan investasi dapat diperpanjang menjadi maksimum 7 (tujuh) tahun terhitung sejak tanggal perjanjian kredit/pembiayaan awal.
 
  - Jangka waktu KUR Penempatan TKI paling lama sama dengan masa kontrak kerja dan tidak melebihi jangka waktu paling lama 3 tahun.
 
5. Pertanyaan: Berapa besar suku bunga yang diberikan KUR?    Jawaban:
     - KUR Mikro: 9% efektif per tahun
     - KUR Ritel: 9% efektif per tahun
     - KUR Penempatan TKI: 9% efektif per tahun
 
6. Pertanyaan: Berapa banyak subsidi bunganya?
   Jawaban:
   - KUR Mikro: 10,0% (termasuk didalamnya Imbal Jasa Penjaminan)
   - KUR Ritel: 4,5% (termasuk didalamnya Imbal Jasa Penjaminan)
   - KUR Penempatan TKI: 12,0% (termasuk didalamnya Imbal Jasa Penjaminan dan Collection Fee)
 
7. Pertanyaan: Apa saja sektor yang dibiayai oleh KUR?
   Jawaban:
   - Sektor Pertanian:
     Seluruh usaha di sektor pertanian (sektor 1), termasuk tanaman pangan, tanaman hortikultura, perkebunan, dan peternakan).
   - Perikanan:
     Seluruh usaha di sektor perikanan (sektor 2), termasuk penangkapan dan pembudidayaan ikan).
  - Industri Pengolahan:
     Seluruh usaha di sektor Industri Pengolahan (sektor 4), termasuk industri kreatif di bidang periklanan, fesyen, film, animasi, video, dan alat mesin pendukung  kegiatan ketahanan pangan.
 - Perdagangan:
   Seluruh usaha di sektor perdagangan (sektor 7), termasuk kuliner dan pedagang eceran. 
- Jasa-Jasa:
  Seluruh usaha: sektor penyediaan akomodasi dan penyediaan makanan (sektor 8), sektor transportasi – pergudangan - dan komunikasi (sektor 9), sektor real estate - usaha persewaan - jasa perusahaan (sektor 11), sektor jasa pendidikan (sektor 13), sektor jasa kemasyarakatan – sosial budaya – hiburan – perorangan lainnya (sektor 15).
- Pembiayaan Calon TKI di luar negeri;
- Pembiayaan Calon Pekerja Magang di luar negeri